Benarkah demikian?
Sepertinya hal itu kini patut dipertanyakan...

Dengan metode baru itu mereka mampu secara akurat menghitung dimensi hewan. Mereka juga mendapati jika Brachiosaurus yang sebelumnya diperkirakan memiliki berat 80 ton, sebenarnya hanya memiliki berat 23 ton atau relatif lebih ringan dari yang diduga. Yaitu sekitar 1/4 nya saja.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Biology Letters, Dr Sellers menggunakan perbandingan mamalia hidup untuk menentukan jumlah minimum rata-rata dibutuhkan bagi kulit untuk membungkus sebuah kerangka. Dari itu, mereka menemukan jika setiap binatang, seperti rusa, beruang kutub, jerapah dan gajah, secara persis membutuhkan 21 persen massa tubuh untuk mengisi kulit dan tulangnya.
Ketika hal itu diterapkan pada kerangka Brachiosaurus di Museum für Naturkunde, Berlin, ini sama dengan berat 23 ton ketika dinosaurus itu masih hidup. Karenanya teknik tersebut saat ini bakal diterapkan untuk mengukur fosil hewan-hewan yang telah punah lainnya.
Hewan-hewan purba itu ternyata jauh lebih ringan dari anggapan kita sebelumnya...
ref:
http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=129721
No comments:
Post a Comment