Wednesday, May 16, 2012

11 Negara Yang Lahannya Paling Diburu Dunia

Dalam satu dekade terakhir, lebih dari 495 juta are, setara 200,32 juta hektare (ha), lahan di dunia telah dijual atau disewakan lintas negara. Indonesia merupakan salah satu negara yang paling banyak menjadi incaran negara-negara berkembang dan kaya.

Lahan Pertanian Sudan

Hal itu terungkap dari laporan The Land Matrix Partnership berjudul "Transnational Land Deals for Agriculture in the Global South".

Analis itu menyebutkan, dari 84 negara yang menjadi bidikan pemodal asing, 70 persen lahan yang diincar berada di 11 negara. Dari 11 negara itu, tujuh di antaranya merupakan negara-negara yang mendiami Benua Afrika.

11 Negara Paling diburu pemodal asing itu adalah:

1. Sudan

Saat ini Kementerian Pertanian Sudan telah berhasil mengadakan kerja sama dengan Vietnam, Pakistan dan Jepang dalam bidang penanaman padi. Sudan memiliki luas lahan pertanian yang sangat luas sekitar 84 juta hektar, namun yang sudah digarap baru sekitar 35 persen.

2. Ethiopia
Ethiopia telah menyetujui 815 proyek pertanian bermodal asing sejak tahun 2007. Tanah Ethiopia dapat disewa dengan harga $1 per hektar per tahun. Negara-negara emirat seperti Saudi,  Qatar, Kuwait, dan Abu Dhabi merupakan pembeli terbesar. Pada tahun 2008, Saudi mengumumkan pengurangan produksi sereal sebesar 12 perse demi konservasi air. Sebagai gantinya, Saudi menyediakan $5bn sebagai pinjaman untuk perusahaan yang ingin berinvestasi di luar negeri dalam sektor pertanian yang potensial.  Foras, perusahaan investasi Saudi yang didukung oleh Islamic Development Bank dan para investor kaya Saudi, berencana untuk membeli lahan di Mali, Senegal, Sudan, dan Uganda. Perusahaan telah menyediakan dana sebesar $1bn dan berharap dapat mensuplai 7 juta ton beras bagi pasar Saudi dalam 7 tahun ke depan.

3. Mozambik
Ekonomi Mozambik telah berkembang sejak berakhirnya Perang Saudara Mozambik (1977-1992), namun negara ini masih salah satu termiskin di dunia dan paling terbelakang. Pada tahun 1987, pemerintah memulai serangkaian reformasi ekonomi makro yang dirancang untuk menstabilkan perekonomian. Langkah-langkah ini, dikombinasikan dengan bantuan donor dan stabilitas politik sejak pemilihan multi-partai pada tahun 1994, telah membawa perbaikan dramatis dalam tingkat pertumbuhan negara itu. Inflasi dibawa ke digit tunggal selama akhir 1990-an meskipun kembali ke dua digit di 2000-02.

4. Zambia
Zambia adalah sebuah negara yang terkurung daratan di Afrika bagian selatan. Negara yang tidak memiliki garis pantai ini berbatasan dengan Republik Demokratik Kongo di sebelah utara; Tanzania di timur laut; Malawi di timur; Mozambik, Zimbabwe, Botswana, dan Namibia di selatan; dan Angola di barat. Zambia dahulu bernama Zambezia Utara dan kemudian Rhodesia Utara. Namanya kini berdasarkan sungai Zambezi.

5. Kongo
Perang bersaudara berlangsung berkepanjangan di Kongo sejak 1998 yang menghancurkan serta menyeret seluruh wilayah tersebut dan negara-negara di sekitarnya. Aksi kekerasan tersebut telah menghancurkan infrastruktur dan perekonomian negara tersebut. Sumber mineral negeri tersebut, yang berlimpah, telah disedot untuk mendanai perang dan bagi keuntungan pribadi sementara kebanyakan warganya hidup di bawah garis kemiskinan.

6. Tanzania
Berada di bagian timur Afrika. Negara ini berbatasan dengan Kenya dan Uganda di sebelah utara; Rwanda, Burundi dan Republik Demokratik Kongo di barat; Zambia, Malawi dan Mozambik di selatan; dan Samudra Hindia di bagian timur

7. Filipina
Filipina merupakan negara di Asia Tenggara yang diketahui menjadi target akuisisi pemodal asing. Tak kurang dari 74 perjanjian dengan luas areal 6,6 juta hektare (ha) dikembangkan di negara tersebut. Jika merujuk pada data yang bisa diandalkan, luas areal yang dieksploitasi mencapai 5,2 juta ha.

8. Indonesia
Indonesia mempunyai proyek yang dikembangkan mencapai 24 perjanjian dengan luas lahan 3,36 juta ha (data lain menyebutkan 1,3 juta ha) dengan pemodal asing.

9. Laos
Pemerintah Laos - salah satu dari sekian negara komunis yang tersisa - memulai melepas kontrol ekonomi dan mengizinkan berdirinya perusahaan swasta pada tahun 1986. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi melesat dari sangat rendah menjadi rata-rata 6% per tahun periode 1988-2004 kecuali pada saat krisis finansial Asia yang dimulai pada 1997. Seperti negara berkembang umumnya, kota-kota besarlah yang paling banyak menikmati pertumbuhan ekonomi. Ekonomi di Vientiane, Luang Prabang, Pakxe, dan Savannakhet, mengalami pertumbuhan signifikan beberapa tahun terakhir. Laos tercatat memiliki 40 perjanjian dengan luas areal 1,1 juta ha dengan pemodal asing.

10. Pakistan
Topografi Pakistan terdiri dari kawasan pegunungan Transhimalaya, dataran tinggi, gurun serta lembah sungai Indus yang menjadi kawasan pertanian tersubur. Pertanian menjadi andalan ekonomi Pakistan, selain industri ringan. Komoditas pertanian unggulannya adalah beras, gandum dan kapas. Besarnya potensi pertanian Pakistan membuat ia sempat mencapai swasembada pangan.

11. India.
Ekonomi India dulunya banyak tergantung dari pertanian, namun sekarang ini hanya menyumbang kurang dari 25% dari PDB. Industri penting lainnya termasuk pertambangan, petroleum, pengasahan berlian, film, tekstil, teknologi informasi, dan kerajinan tangan. Kebanyakan daerah industri India berpusat di kota-kota utamanya. Tahun-tahun belakangan ini, India telah muncul sebagai salah satu pemain terbesar dalam perangkat lunak dan business process outsourcing, dengan pendapatan sekitar AS$17,2 miliar pada 2004-2005. Dan ada juga banyak industri skala kecil yang meyediakan lapangan kerja yang stabil bagi penduduk di kota kecil dan pedesaan.


ref:
http://bisnis.vivanews.com/news/read/314433-lahan-subur-ri-masuk-daftar-20-incaran-asing

No comments:

Post a Comment